Mas Birin ‘Pak Galileo’ Sang Master Guide   3 comments

Penampilannya selalu sederhana. Tapi bila menjelaskan sejarah suatu situs atau tempat-tempat bersejarah lainnya,tidak pernah sesederhana penampilannya. Ia selalu menjelaskan secara detil, runut dan utuh. Cara penyampaiannya pun begitu menarik, sehingga pendengar pun terhipnotis dan mengikutinya sampai beliau sendiri yang kelelahan menjawab pertanyaan-perntanyaan mereka. Ya, itulah Mas Birin, begitu biasa saya memanggilnya. Nama aslinya Sobirin. Pria ini adalah alumni IKIP Jakarta jurusan sejarah. Kini dia mengajar di Prodi D3 Pariwisata UNJ, dan juga di Labschool.

Dalam rombongan ODTW kali ini Mas Birin punya peran yang sangat besar, khususnya bagi mahasiswa dalam memandu dan menjadi narasumber tentang objek-objek dan daya tarik wisata yang kami kunjungi. Baik di dalam bis maupun di lapangan Mas Birin selalu memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan. Baca entri selengkapnya »

Posted Senin, 26 Juli 2010 by FAS in budaya, Jalan-jalan, Motivasi, Pendidikan, Sejarah

Tagged with ,

Dieng Tanah Para Dewa   2 comments

Laporan Perjalanan ODTW Jateng-Jatim-Jogja hari ke-6


Jam 8 pagi bis sudah berangkat meninggalkan penginapan. Bis bergerak menuju Wonosobo, sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di dataran tinggi. Di sini kami akan mengunjungi sebuah lokasi wisata alam dan wisata sejarah, yaitu Dieng.

Dieng berasal dari bahasa sansekerta yaitu “Di” yang berarti tempat yang tinggi atau gunung dan “Hyang” yang berarti kahyangan. Dengan menggabungkan kedua kata tersebut, maka bisa diartikan bahwa “Dieng” merupakan daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Di daerah ini teradapat banyak daya tarik wisata berupa objek wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya dan wisata belanja.

Pukul satu siang kami tiba di tempat pergantian bis dengan elf (bis kecil). Setelah makan siang, kami pun berangkat menggunakan 4 elf menyusuri desa-desa yang asri dengan kebun-kebun kentang dan sayuran lainnya. Jalan yang berkelok-kelok dan berbukit-bukit menjadi daya tarik tersendiri. Bau menyengat pupuk kandang di beberapa lokasi yang kami lewati menjadi ciri khas lainnya. Beberapa kali kami harus menutup hidung, menahan bau yang tidak sedap. Baca entri selengkapnya »

Posted Senin, 26 Juli 2010 by FAS in budaya, Jalan-jalan, Pendidikan, Sejarah

Tagged with , , ,

Borobudur dan Malioboro   1 comment

Laporan Perjalanan ODTW Jateng-Jatim-Jogja hari ke-5

Selesai menjalani kursus Table Manner, kami langsung meluncur ke Magelang untuk mengunjungi situs bersejarah yang merupakan salah satu dari keajaiban dunia, Candi Borobudur. Lokasi candi ini terletak 40 km di sebelah barat laut kota Jogja. Dengan bis kami menempuhnya menempuhnya selama 1,5 jam.

Berhubung hari itu adalah hari minggu, suasana di kompleks Borobudur sangat ramai. Ditambah lagi pengelolaan kawasan ini diserahkan kepada sebuah perusahaan (PT), maka tak ayal lagi, nuansa bisnis sangat terasa di sana, bahkan sedikit mirip taman ria. Bahkan ada informasi sebelumnya bahwa camera foto atau video yang dibawa masuk harus bayar tiket juga. “Wah, benar-benar komersil nih”, pikir saya. Setelah mencari tahu dari papan pengumuman harga tiket, ternyata hal itu sudah dihapuskan, hanya tertulis camera/video,tapi harganya dihapus. Baca entri selengkapnya »

Posted Sabtu, 17 Juli 2010 by FAS in budaya, Jalan-jalan, Pendidikan, Sejarah

Tagged with ,

Belajar Makan Ala Eropa   2 comments

Laporan Perjalanan ODTW Jateng-Jatim-Jogja hari ke-5

Minggu pagi di kota Jogjakarta, semua peserta sudah berpakaian rapi dan resmi. Semua mahasiswa diwajibkan mengenakan seragam biru-biru, dengan jas dan dasi. Ada apa ini? Kok di Jogja, kota seni begini malah resmi-resmian segala? Bukannya nggak mengerti situasi atau mau gaya-gayaan. Kali ini jadwal kami memang acara resmi, yaitu kursus Table Manner dan House Keeping di hotel Santika Jogja. Jadi mereka tidak mau tampil memalukan di hotel nanti. Baca entri selengkapnya »

Posted Sabtu, 17 Juli 2010 by FAS in budaya, Jalan-jalan, Pendidikan, Sejarah

Tagged with , ,

Gapura Wringin Lawang Sisa Kejayaan Majapahit   Leave a comment

Laporan Perjalanan ODTW Jateng-Jatim-Jogja hari ke-4

Tujuan kami setelah Gunung Bromo pada hari ke-5 perjalanan kami mengelilingi Jawa adalah kota Jogjakarta. Namun, konsep sambil menyelam minum air pun di terapkan, Tour leader kami sudah menetapkan 2 objek wisata sejarah yang bisa disinggahi di tengah perjalan menuju Jogja, yaitu Gapura Wringin Lawang dan Museum Trowulan.

Sebelum tiba di lokasi, kami sempat beristirahat makan siang dan sholat di daerah Gempol. Selanjutnya bis meluncur menuju kota Mojokerto. Di kota ini lah dua objek tadi berada. Namun sangat di sayangkan, perjalanan kami menuju lokasi terpaksa memutar jauh dan memakan waktu yang cukup lama karena jalan yang seharusnya kami lewati ditutup untuk kenderaan besar, sebab sedang ada perbaikan jembatan. Jadilah kami kesorean tiba di lokasi, dan museum Trowulan pun sudah ditutup. Namun begitu, kekecewaan kami masih bisa terbayar, karena situs Gapura Wringin Lawang masih bisa kami kunjungi, walaupun penjaganya sudah hilang dari tempatnya bertugas. Karena letaknya yang berada di perkampungan penduduk, kami langsung menerobos masuk saja, tanpa kulonuwun atau assalamu alaikum. Baca entri selengkapnya »

Posted Sabtu, 17 Juli 2010 by FAS in budaya, Jalan-jalan, Pendidikan, Sejarah

Tagged with , ,

Bromo Gunungnya Orang Tengger   Leave a comment

Laporan Perjalanan ODTW Jateng-Jatim-Jogja hari ke-4

Gunung Bromo, sebuah nama objek wisata pegunungan di Jawa Timur yang sudah sangat terkenal, bahkan sampai ke mancanegara. Bromo berasal dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah satu Dewa Utama Agama Hindu. Ia merupakan gunung berapi yang masih aktif. Gunung yang tingginya 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. (http://id.wikipedia.org/) Baca entri selengkapnya »

Posted Jumat, 16 Juli 2010 by FAS in budaya, Jalan-jalan, Pendidikan, Sejarah

Kota Batu, Wisata Agro dan Jatim Park   1 comment

Laporan Perjalanan ODTW Jateng-Jatim-Jogja (hari-2)

Setelah sarapan pagi di Gn. Kawi, kami pun melanjutkan perjalanan. Kali ini kota Batu Malang tujuan kami, kota pegunungan yang terkenal sebagai penghasil apel. Yang lebih menarik dari kota ini adalah, perkebunan apel itu dijadikan objek wisata, wisata agro namanya. Selain apel pengusaha wisata ini juga memvariasikannya dengan kebun lain seperti strowbery, jeruk, bunga, buah naga dan lain-lain.

Namun sayang sekali, perkebunan apel milik Kusuma Wisata Agro yang kami kunjungi sedang gagal panen. Buahnya kecil-kecil dan banyak yang rusak. Sebagai gantinya, kami diarahkan ke kebun jeruk yang ada di lokasi yang sama. Tidak terlalu tinggi pohon-pohon jeruk yang tumbuh di kebun itu, tapi buahnya cukup banyak. Dan masing-masing kami mendapat jatah 2 buah jeruk boleh metik sendiri. Karena jenis jeruk yang ditanam adalah jeruk peras, kami tidak bisa langsung mengupasnya dengan tangan, tapi harus dengan bantuan petugas yang siap memotong-motongkannya buat pengunjung. Baca entri selengkapnya »

Posted Jumat, 16 Juli 2010 by FAS in budaya, Jalan-jalan, Pendidikan, Sejarah

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.