Pelajaran 7 : Pola-pola Kata Kerja (الفعل)   3 comments

Bahasa Al-Quran adalah bahasa pola. Artinya hampir semua kata yang menjadi unsur penyusun bahasa tersebut memiliki pola tertentu. Sebagai contoh kita sebutkan beberapa kata, seperti خَلْقٌ ‘ciptaan’, عَبْدٌ ‘hamba’, حَمْدٌ ‘pujian’, شَمْسٌ ‘matahari’, adalah kata-kata yang berpola sama, yaitu فَعْلٌ . Kata-kata seperti فَـتَحَ ‘membuka’, كَـتَبَ ‘menulis’, جَعَلَ ‘menjadikan’ adalah beberapa kata yang berpola فَعَلَ

Begitulah, hampir setiap kata dalam bahasa Al-Quran mempunyai pola-pola tertentu. Pada bagian ini kita akan membahas tentang pola-pola dasar kata kerja dalam bahasa Al-Quran.Tapi sebelumnya kita akan bahas terlebih dahulu فعل berdasarkan huruf-huruf penyusunnya.

1. المجرد dan المزيد

Seperti halnya kata kerja dalam bahasa Indonesia, kata kerja dalam bahasa Al-Quran juga terbagi kepada kata kerja dasar dan kata kerja berimbuhan. Kata kerja dasar adalah kata kerja yang huruf-huruf penyusunnya merupakan huruf-huruf asli (dasar) dari kata kerja tersebut. Huruf-huruf asli ini tidak bisa dibuang dari kata kerja tersebut, karena akan menghilangkan makna kata kerja tersebut. Sedangkan kata kerja berimbuhan adalah kata kerja yang merupakan kata pengembangan dari kata kerja dasar dengan menambahkan huruf-huruf tertentu (imbuhan). Apabila huruf-huruf yang ditambahkan itu dibuang kata kerja itu akan tetap mempunyai arti.

Sebagai contoh, kata كَـتَبَ ‘menulis’ merupakan sebuah kata kerja dasar, yang apabila kita buang satu saja huruf penyusunnya maka mana kata tersebut akan hilang. Tapi kata اِسْتَغْفَرَ ‘mohon ampun’ apabila imbuhannya ( است ) kita buang, sehingga menjadi غَفَرَ (kata kerja dasarnya), ia masih mempunyai makna yaitu ‘mengampuni’.

Para ahli tata bahasa Arab menamai kata kerja dasar dengan الفعل المجرد al-fi’lu al-mujarrad dan kata kerja berimbuhan الفعل المزيد al-fi’lu al-mazi:d .

2. Pola-pola الفعل المجرد (KK. Dasar)

الفعل المجرد terbagi kepada الثلاثي المجرد ats-tsula:tsi al-mujarrad dan الرباعي المجرد ar-ruba:’i al-mujarrad . Pembagian ini didasari oleh jumlah huruf-huruf penyusun kata-kata kerja itu. الثلاثي المجرد adalah kata kerja dasar yang terdiri dari 3 (tiga) huruf penyusun. Sedangkan الرباعي المجرد adalah kata kerja dasar yang terdiri dari 4 (empat) huruf penyusun. Perlu diketahui bahwa kebanyakan فعل dalam al-quran merupakan kata kerja dasar yang terdiri dari 3 (tiga) huruf atau kata kerja berimbuhan yang merupakan pengembangan dari kata kerja dasar itu. Sedangkan selebihnya (atau hanya beberapa saja) merupakan kata kerja dasar yang terdiri dari 4 (empat) huruf atau kata berimbuhannya.

Kedua jenis الفعل المجرد ini masing-masing memiliki pola dasar sebagai berikut:

2. 1. Pola-pola الثلاثي المجرد (KK. Dasar 3 Huruf)

Pola dasar الفعل الثلاثي المجرد ini dilambangkan dengan 3 (tiga) buah huruf konsonan (huruf mati) yaitu ف , ع dan ل , yang disusun menjadi فـعل . Kemudian dengan jalan memberikan baris / harakat (huruf vokal) pada ketiga huruf mati tersebut terbentuklah 3 (tiga) pola الفعل الثلاثي المجرد, yaitu فَـعَـلَ (a-a-a), فَـعِـلَ (a-i-a) dan فَـعُـلَ (a-u-a). Ketiga pola ini hanya memiliki perbedaan sedikit, yaitu baris huruf keduanya (ع), yaitu fathah (a), kasrah (i) atau dhommah (u).

Dengan mengetahui ketiga pola ini kita dapat menyuarakan sebuah فعل yang tertulis tanpa baris. Misalnya kata جـلـس , kita dapat suarakan menjadi tiga kemungkinan, yaitu جَلَسَ (a-a-a), جَـلِسَ (a-i-a), atau جَلُسَ (a-u-a). Akan tetapi untuk mengetahui bunyi / baris yang sebenarnya kita membutuhkan bantuan sebuah kamus. Menurut kamus, bunyi yang benar dari contoh kata kerja di atas adalah جَلَسَ (a-a-a) ‘duduk’.

Berikut ini diberikan beberapa contoh kata kerja dasar dengan ke-3 pola tersebut.

tabel 7.1 : contoh فعل dengan 3 huruf asli

فَـعَـلَ (a-a-a)

فَـعِـلَ (a-i-a)

فَـعُـلَ (a-u-a)

خَلَـقَ

menciptakan

عَلِمَ

mengetahui

كَرُمَ

mulia

مَنَعَ

melarang

رَحِمَ

menyayangi

صَـلُحَ

tepat

سَجَدَ

bersujud

سَمِعَ

mendengar

قَرُبَ

dekat

نَزَلَ

turun

حَمِدَ

memuji

بَعُدَ

jauh

أَتَى

datang

سَلِمَ

selamat

حَسُنَ

baik

وَجَدَ

mendapati

عَمِلَ

berbuat

سَهُلَ

mudah

خَلَعَ

melepas

رَغِبَ

ingin

كَـبُرَ

besar

أَخَذَ

mengambil

شَهِدَ

menyaksikan

صَغُرَ

kecil

2. 2. Pola الرباعي المجرد (KK. Dasar 4 huruf)

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa الفعل الرباعي المجرد adalah kata kerja dasar yang tersusun dari 4 (empat) huruf. Kalau pada الثلاثي المجرد pembentukan polanya dengan mempergunakan 3 huruf ف , ع, dan ل , maka pada الرباعي المجرد kita tinggal menambahkan satu huruf lagi. Para ahli tata bahasa Arab meambahkannya dengan huruf ل sehingga menjadi فـعـلـل . Adapun baris / bunyi yang berlaku dan membentuk pola dasar hanya ada satu yaitu فَـعْـلَـلَ .

Seperti telah dijelaskan, kata-kata kerja yang berpola seperti ini hanya sedikit ditemukan dalam al-quran. Adapun kata-kata tersebut dapat dilihat pada tabel 7. 2 berikut ini:

Tabel 7. 2 : الفعل الرباعي المجرد di Al-Quran

No.

الفعل

Arti

1.

زَلْزَلَ

‘berguncang’

2.

وَسْوَسَ

‘menghasut’

3.

دَمْدَمَ

‘membinasakan’

4.

عَسْعَسَ

‘gelap’

5.

ذَبْذَبَ

‘bergoyang’

6.

صَفْصَفَ

‘berkicau / datar’

7.

بَعْـثَـرَ

‘mencerai-beraikan’

8.

حَصْحَصَ

‘menjadi terang’

9.

رَفْـرَفَ

‘berkibar’

10.

عَـسْـعَـسَ

‘gelap’

11.

قَـشْـعَـرَ

‘menggetarkan’

12.

كَـبْـكَـبَ

‘membanting’

13.

طَـمْـأَنَ

‘menenangkan’

3. Pola-pola الفعل المزيد (KK. Berbimbuhan)

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa الفعل المزيد adalah kata kerja berimbuhan, maka hal ini berarti bahwa الفعل المزيد merupakan pengembangan dari الفعل المجرد dengan penambahan imbuhan tertentu pada الفعل المجرد . Selanjutnya karena الفعل المزيد merupakan pengembangan dari الفعل المجرد , sementara الفعل المجرد ada dua, yaitu الثلاثي dan الرباعي maka pembicaraan kita tentang الفعل المزيد tidak lepas dari kedua bentuk ini. Atau dengan kata lain kita dapat membagi الفعل المزيد menjadi الثلاثي المزيد ats-tsula:tsi al-mazi:d dan الرباعي المزيد ar-ruba:’i al-mazi:d.

3. 1. Pola-pola الثلاثي المزيد

Untuk membentuk الفعل المزيد dari الفعل الثلاثي المجرد kita harus menambahkan imbuhan pada kata kerja dasar itu. Adapun kemungkinan jumlah huruf yang bisa ditambahkan adalah sebagai berikut:

1. Tambahan satu huruf (المزيد بِحَرفٍ )

Kata kerja dasar 3 huruf dari pola فعل yang diberi imbuhan satu huruf akan membentuk pola-pola الفعل المزيد sebagai berikut:

(a) أَفـْعَلَ (tambahan hamzah di awal)

Contoh:

KK. Dasar

Pola : أفعل

نَزَلَ

‘turun’

أَنْزَلَ

‘menurunkan’

خَرَجَ

‘keluar’

أَخْرَجَ

‘mengeluarkan’

قَامَ

‘berdiri’

أَقَامَ

‘mendirikan’

(b) فَـعَّـلَ (menyisipkan satu huruf yang sama pada huruf ke-dua yang dilambangkan dengan tasydid)

Contoh:

KK. Dasar

Pola : فعّل

عَلِمَ

‘tahu’

عَلَّمَ

‘mengajarkan’

نَزَلَ

‘turun’

نَزَّلَ

‘menurunkan (sedikit 2)’

قَطَعَ

‘memotong’

قَطَّعَ

‘memotong-motong’

(c) فَاعَلَ (penambahan alif di antara huruf pertama dan kedua)

Contoh:

KK. Dasar

Pola : فاعل

قَـتَلَ

‘membunuh’

قَاتَلَ

‘memerangi’

دَفَعَ

‘mendorong’

دَافَعَ

‘membela’

جَدَلَ

‘keras’

جَادَلَ

‘bertengkar/debat’

2. Tambahan dua huruf ( المزيد بِحَرْفَيْن )

فعل dengan tambahan dua huruf ini ada 5 pola, yaitu:

(a) تَـفَـعَّـلَ (awalan ت dan sisipan huruf yang sama dgn huruf ع -nya)

Contoh:

KK. Dasar

Pola : تفعّل

فَرَقَ

‘memisahkan

تَفَرَّقَ

‘terpisah’

وَضُـأَ

‘bersih’

تَوَضَّأَ

‘membersihkan diri’

قَرُبَ

‘dekat’

تَقَرَّبَ

‘mendekatkan diri’

(b) تَفَاعَلَ (awalan ت dan sisipan ا diantara ف dan ع )

Contoh:

KK. Dasar

Pola : تفاعل

عَرَفَ

‘mengenal

تَعَارفَ

‘saling mengenal’

جَازَ

‘melewati’

تَجَاوَزَ

‘melewati batas’

جَارَ

‘meyimpang’

تجَاوَرَ

‘bertetangga’

(c) اِفْـتَـعَـلَ (awalan ا dan sisipan ت di antara ف dan ع )

Contoh:

KK. Dasar

Pola : افتعل

سَمِعَ

‘mendengar’

اِسْـتَمَعَ

‘memperhatian’

جَمَعَ

‘mengumpulkan’

اِجْتَمَعَ

‘berkumpul’

خَلَفَ

‘mengganti’

اِخْتَلَفَ

‘berbeda-beda’

(d) اِنْفَـعَـلَ (awalan ا dan ن )

Contoh:

KK. Dasar

Pola : انفعل

كَسَرَ

‘memecahkan’

اِنْكَسَرَ

‘pecah’

قَلَبَ

‘merubah’

اِنْقَلَبَ

‘berubah’

قَطَعَ

‘memotong’

اِنْقَطَعَ

‘putus’

(e) اِفْـعَـلَّ (awalan ا dan akhiran huruf yang sama dengan huruf akhir )

Pola ini merupakan bentukan dari kata-kata yang bermakna warna.

Contoh:

Kata Sifat (warna)

Pola : افعلّ

اَصْفَرُ

‘merah’

اِصْفَرَّ

‘memerah’

اَبْيَضُ

‘putih’

اِبْيَضَّ

‘memutih’

اَخْضَرُ

‘hijau’

اِخْـضَـرَّ

‘menghijau’

3. Tambahan tiga huruf ( المزيد بِثَلاَثَةِ أَحْرُف )

Untuk kelompok ini hanya ada satu pola, yaitu اِسْـتَفْعَلَ (awalan است)

Contoh:

KK. Dasar

Pola : استفعل

غَفَرَ

‘mengampuni’

اِسْـتَغْـفَرَ

‘mohon ampun’

نَصَرَ

‘menolong’

اِسْـتَنْصَرَ

‘minta tolong’

كَبُرَ

‘besar’

اِسْـتَكْبِرَ

‘sombong’

3. 2. Pola-pola الرباعي المزيد

Pada Al-quran hanya ditemukan satu pola kata kerja ini, dan hanya ada dua contoh, yaitu:

اِفْعَـلَـلَّ (awalan ا dan akhiran huruf yang sama dengan ل).

Contoh:

KK. Dasar 4 huruf

Pola : افعللّ

طَمْأَنَ

‘menenangkan’

اِطْمَأَنَّ

‘ tenang’

قَـشْـعَـرَ

‘menggetarkan’

اِقْـشَـعَـرَّ

‘gemetar’

Iklan

Posted Sabtu, 18 Oktober 2008 by FAS in Bahasa

Tagged with

3 responses to “Pelajaran 7 : Pola-pola Kata Kerja (الفعل)

Subscribe to comments with RSS.

  1. bagus uraiannya, syukron

  2. Syukron akhi, ini membantu sekali

  3. suqron zajakallohukhairon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: