Mas Birin ‘Pak Galileo’ Sang Master Guide   3 comments

Penampilannya selalu sederhana. Tapi bila menjelaskan sejarah suatu situs atau tempat-tempat bersejarah lainnya,tidak pernah sesederhana penampilannya. Ia selalu menjelaskan secara detil, runut dan utuh. Cara penyampaiannya pun begitu menarik, sehingga pendengar pun terhipnotis dan mengikutinya sampai beliau sendiri yang kelelahan menjawab pertanyaan-perntanyaan mereka. Ya, itulah Mas Birin, begitu biasa saya memanggilnya. Nama aslinya Sobirin. Pria ini adalah alumni IKIP Jakarta jurusan sejarah. Kini dia mengajar di Prodi D3 Pariwisata UNJ, dan juga di Labschool.

Dalam rombongan ODTW kali ini Mas Birin punya peran yang sangat besar, khususnya bagi mahasiswa dalam memandu dan menjadi narasumber tentang objek-objek dan daya tarik wisata yang kami kunjungi. Baik di dalam bis maupun di lapangan Mas Birin selalu memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan.

Sebagai Dosen Pemanduan, beliau menjadikan tour kami ini sebagai ajang ujian akhir pemanduan bagi mahasiswa-mahasiswa angkatan 2009 yang diajarnya. Makanya wajar bila hampir setiap persinggahan ada saja mahasiswa yang mendapat giliran memandu. Dan biasanya setelah giliran mahasiswa selesai, Mas Birin selalu melengkapi informasi tentang objek wisata yang dijelaskan mahasiswa tadi agar lebih lengkap dan dalam.

Hadirnya sesosok master guide di rombongan kami tidak saya sia-siakan begitu saja. Ternyata hal sama dilakukan juga oleh Pak Dede dan beberapa mahasiswa lainnya. Beliau selalu kami tempel untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya. Bahkan sangking kagumnya terhadap pengetahuan yang dimilikinya saya berusaha memancingnya bicara tentang cara dia belajar menggali dan menyimpan serta menyampaikan informasi-informasi sejarah yang dia miliki. Dan setelah dia bercerita cukup banyak barulah saya mengerti, dan tak ayal lagi saya pun akhirnya memanggilnya “Bapak Galileo Sejarah”.

Bagaimana tidak, untuk bisa menguasai sebuah objek saja Mas Birin harus meluangkan banyak waktunya di luar jam kuliahnya, untuk mendatangi dan mempelajarinya secara intens. Dia memberitahu saya, kalau sudah menentukan sebuah objek, misalnya sebuah museum di Jakarta. Maka dia akan mengunjungi museum itu setiap hari minggu selama minimal satu bulan, di samping mempelajarinya lewat buku.

Dalam perjalan menuju Dieng, saya iseng bertanya kepada beliau, berapa puluh kali beliau telah mengunjungi daerah ini. Dengan enteng dia menjawab, “Ya belum sampai di atas 20 sih, tapi kalau belasan kali sih ada. Ya, baru belasan kali”

Masyaallah, belasan kali dia sebut baru. Dan ternyata bukan hanya Dieng. Hampir semua daya tarik wisata di pulau Jawa telah dikunjunginya lebih dari 10 kali, dan itu pun tidak sekedar datang dan menginap di penginapan, kebayakan yang dia lakukan adalah tinggal bersama masyarakat sekitar dan belajar langsung dari mereka. Wajar saja kalau dia dia benar-benar menguasai informasi tentang objek yang dia kunjungi.

Budaya bepergian ke luar kota ternyata cocok dengan budaya istrinya, yang tinggal di Jakarta bersama Mas Birin dan anaknya Syifa, namun pulang pergi Jakarta-Malang untuk mengajar di Universitas Negeri Malang. Dan tenyata informasi tentang kota Malang dan sekitarnya, termasuk dia pernah tinggal di Malang dan menjadi konseptor di Jatim Park 1 kota Batu Malang, itu karena istrinya adalah orang asli Malang.

Selain pembelajar yang gigih, andalan Mas Birin untuk cerdas dan menarik dalam menyampaikan materi kepada wisatawan adalah aktivitasnya dalam dunia seni, terutama seni drama dan pembacaan puisi. Kalau mendengarkan beliau sedang membaca puisi, hanyut rasanya jiwa ini mengikuti pembacaannya yang penuh penjiwaan. Sementara dalam seni peran, Mas Birin adalah sutradara acara Lenong di TransTV yang sering diputar pada pagi hari.

Mas Birin punya harapan besar kepada mahasiswa-mahasiswa binaannya di D3 Pariwisata UNJ untuk mengikuti jejaknya di dunia pemanduan. Makanya sangat wajar bila dia tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman kepada mereka selama perjalan. Namun apakah mereka akan menjadi pemandu yang handal? Itu semua kembali kepada diri mereka masing-masing.

Iklan

Posted Senin, 26 Juli 2010 by FAS in budaya, Jalan-jalan, Motivasi, Pendidikan, Sejarah

Tagged with ,

3 responses to “Mas Birin ‘Pak Galileo’ Sang Master Guide

Subscribe to comments with RSS.

  1. Wow Hebat mas! Untuk kebudayaan Indonesia tetap terjaga!

  2. makasih Pak Fuad atas sanjungannya

  3. Saya baru baca. Setelah teman di kompleks menyindir-nyindir yang aku tak tahu juntrungannya, dan setelah istri bercerita; kini baru aku tahu juntrungannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: