Archive for the ‘Motivasi’ Category

Mas Birin ‘Pak Galileo’ Sang Master Guide   3 comments

Penampilannya selalu sederhana. Tapi bila menjelaskan sejarah suatu situs atau tempat-tempat bersejarah lainnya,tidak pernah sesederhana penampilannya. Ia selalu menjelaskan secara detil, runut dan utuh. Cara penyampaiannya pun begitu menarik, sehingga pendengar pun terhipnotis dan mengikutinya sampai beliau sendiri yang kelelahan menjawab pertanyaan-perntanyaan mereka. Ya, itulah Mas Birin, begitu biasa saya memanggilnya. Nama aslinya Sobirin. Pria ini adalah alumni IKIP Jakarta jurusan sejarah. Kini dia mengajar di Prodi D3 Pariwisata UNJ, dan juga di Labschool.

Dalam rombongan ODTW kali ini Mas Birin punya peran yang sangat besar, khususnya bagi mahasiswa dalam memandu dan menjadi narasumber tentang objek-objek dan daya tarik wisata yang kami kunjungi. Baik di dalam bis maupun di lapangan Mas Birin selalu memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted Senin, 26 Juli 2010 by FAS in budaya, Jalan-jalan, Motivasi, Pendidikan, Sejarah

Tagged with ,

Guru Yang Dirindukan   2 comments

Murid-murid kita itu akan menjadi guru-guru masa depan yang hebat apabila mereka rindu belajar dan rindu sekolah. Dan yang membuat mereka rindu belajar dan rindu sekolah adalah kalau mereka rindu kepada gurunya.

Posted Senin, 19 April 2010 by FAS in Motivasi, Pendidikan, Video

Tagged with

Masterpiece Karya Allah: Menemukan Kembali Al Qur’an   Leave a comment

Oleh : Emha Ainun Najib

Rata-rata 4 kali perminggu saya mengalami forum dengan ratusan atau ribuan orang. Kalau di luar negeri, tentulah audiensnya puluhan atau ratusan, kecuali di Malaysia. Sekitar 85% audiensnya adalah orang beragama Islam. Forum itu sendiri 60% acara Kaum Muslimin, 30% umum, 10% forum khusus saudara non-Muslim. Perjalanan keliling itu berlangsung puluhan tahun, dan sepuluh tahun terakhir ini frekwensinya meningkat sekitar 30%.

Tentu sangat banyak saya berguru pada mereka, sangat tidak seimbang dengan amat sedikitnya manfaat yang saya bisa kontribusikan. Saya, sendiri atau bersama KiaiKanjeng, berposisi amat berterima kasih kepada publik, sementara hak kami untuk diterimakasihi sangat sedikit. Baca entri selengkapnya »

Posted Minggu, 18 April 2010 by FAS in Artikel, budaya, Motivasi, Pendidikan

Tagged with , , , ,

Mau Eksis? Jangan Diam, Plis.   2 comments

“Mau eksis? Jangan lebay plis.” Begitu kata sebuah iklan di TV. Iklan itu menggambarkan seorang pemuda yang berbuat ‘lebay’ (istilah anak muda sekarang untuk ‘berlebihan’) dengan menulis status-status bohong di facebooknya, hanya untuk menunjukkan bahwa dia eksis.

Eksis (bentuk ringkas dari eksistensi diri) adalah sebuah kebutuhan psikologis manusia. Semua orang pasti butuh dianggap ada, diakui keberadaannya, didengar pendapatnya. Seorang anak pasti akan sangat sakit bila diacuhkan oleh orang tuanya. Mahasiswa akan kesal bila dosennya pilih kasih, hanya perhatian kepada yang pintar-pintar dan baik-baik saja. Baca entri selengkapnya »

Posted Selasa, 16 Maret 2010 by FAS in Bahasa, budaya, Motivasi, Pendidikan

Tagged with , ,

Humaniora   Leave a comment

Oleh: J Drost

APAKAH dalam pendidikan kita ada unsur humaniora? Untuk menjawab pertanyaan itu, perlu lebih dulu menjawab pertanyaan: “Apa itu humaniora?” Yang disebut human sciences, atau humanities, bukanlah humaniora. Bahkan, disiplin-disiplin yang tergolong dalam human sciences belum ada, ketika humaniora dibentuk.

Dalam humaniora klasik, bahasa tidak disebut sebagai disiplin. Maka, bahasa Latin bukan unsur humaniora. Bahasa Latin, yang karena perkembangan historis, merupakan bahasa yang dipakai sebagai lingua franca, seperti halnya bahasa Melayu yang dulu merupakan lingua franca di Indonesia. Bahkan bahasa Latin bukan merupakan bahasa “dasar”. Bahasa yang paling tua di Eropa dan sebagian dari Asia adalah bahasa Indo-European.

Bahasa Yunani, Celtic, Italic, Germanic, Slavic, Baltic, dan Indo-Iranian merupakan anak bahasa. Bahasa Latin adalah dialek dari bahasa Italic. Selain itu, bahasa Latin tidak pernah menghasilkan karya filosofis, drama, dan literatur yang berarti. Kebanyakan karya Latin adalah mengenai hukum, administrasi, dan politik.

Namun, karena suku Latinum berhasil merebut kekuasaan di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara, mereka berhasil menjadikan bahasa Latin sebagai bahasa pemerintah dengan mendesak bahasa Yunani sebagai bahasa budaya. Karya Yunani tidak pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, dan lewat Spanyol dari bahasa Arab ke bahasa Latin. Baca entri selengkapnya »

Posted Jumat, 12 Maret 2010 by FAS in Bahasa, budaya, Motivasi, Pendidikan

Tagged with , , , ,

Pembacaan Puisi Prof. Dr. Winarno Surakhmad   Leave a comment

Melahirkan Kembali Indonesia Raya
Karya: Prof. Dr. Winarno Surakhmad (Mantan Rektor IKIP Jakarta)

Posted Senin, 30 November 2009 by FAS in budaya, Motivasi, Pendidikan, Sejarah, Video

Tagged with , ,

Melahirkan Kembali Indonesia Raya   1 comment

Sebuah puisi karya : Prof. Dr. Winarno Surakhmad.
(Mantan Rektor IKIP Jakarta)

Di kelahirannya

Sampai kemarin,
Ketika semua babi rusa, komodo dan badak cula
hidup terlindung petaka dalam satu undang-undang,
guruku malang, sebagai malaikat yang tirakat,
hidup penuh hampa,
tanpa perlindungan sepenggal undang-undang.

Di dunianya

Tanpa sebuah kepalsuan,
semua guru meyakini, guru artinya ibadah.
Tanpa sebuah kemunafikan,
semua guru berikrar mengabdi kemanusiaan.
Tapi dunianya ternyata tuli.
Setuli batu tak berhati.
Otonominya, kompetensinya, profesinya
hanya sepuhan pembungkus rasa getir.

Tatkala dunia tidak bersahabat
tidak mungkin menjadi guru yang guru.
Hingga ketika guru syuhada
tiada tempat di makam pahlawan.
Di hati kecilnya

Dengan sikap terbata-bata,
dengan suara tersendat-sendat,
dengan hati tersumbat darah,
guru bertanya dalam gumam,
mungkinkah berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?

Bolehkan kami bertanya,
apa artinya bertugas mulia,
ketika kami hanya terpinggirkan
tanpa ditanya, tanpa disapa?
Kapan sekolah kami lebih baik dari kandang ayam?
Kapan pengetahuan kami bukan ilmu kadaluarsa?
Mungkinkah berharap yang terbaik dalam kondisi terburuk?

Kenapa, ketika orang menangis, kami harus tetap tertawa?
Kenapa, ketika orang kekenyangan, kami harus tetap kelaparan?
Bolehkah kami bermimpi
didengar ketika bicara,
dihargai layaknya manusia,
tidak dihalau ketika bertanya?
Tidak mungkin berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk.
Di batu nisannya

Di sejuta batu nisan guru tua yang terlupakan oleh sejarah,
terbaca torehan darah kering,
di sini berbaring seorang guru
semampu membaca buku usang
sambil belajar menahan lapar
hidup sebulan dengan gaji sehari.

Itulah nisan sejuta guru tua
yang terlupakan oleh sejarah.
Kematiannya tidak ditangisi.
Tiada bunga, tiada meriam.
Tiada doa, tiada in memoriam.
Tanpa bendera setengah tiang.
Sedetikpun sekolah tidak libur.
Hanya seorang guru berlalu.
Seorang guru tua dari sejuta pelaku sejarah.
Di mata bangsanya

Bangkitlah… bangkitlah guruku!
Kehadiranmu tidak tergantikan.
Biarkan dunia ini menjadi saksi
kau bukan guru negeri,
kau bukan guru swasta,
kau adalah guru bangsa.

Kalau engkau mau,
kalau saja engkau mau memberikan yang terbaik,
dan hanya yang terbaik.
Kalau saja engkau mau,
memanusiakan manusia,
membudayakan bangsa,
mengindonesiakan nusantara,
satu generasi di tanganmu
seagung sebuah maha karya.
Satu besok menunggumu,
indah dari seribu kemarin.

Maha guru bangsa ini,
sekaranglah waktumu
melahirkan kembali
sebuah Indonesia Raya.

Posted Sabtu, 28 November 2009 by FAS in budaya, Motivasi, Pendidikan

Tagged with , , ,